Archive for August, 2009
Senyum untuk esok
Menanti dia, andai senyumnya buatku, senyum itu saja tak perlu aku tahu isi hatinya. Tetapi senyuman akan kutunggu esok, agar kudekap asa yang tak seberapa ini , menantikan mentari terbit kembali. Tahukah kamu bahwa aku tak malu ikut-ikutan dengan pendapat mereka, sebab aku akui engkau cantik, bukan hatimu (aku tak tahu isi hatimu) tapi lentik [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
Duduk,
Aku menekan tombol power di CPU komputer, berniat untuk menuliskan pesan. Sebuah pesan buat sahabat yang duduk ceria di sampingku. Ingin aku bertanya kepadanya, benarkah engkau sungguh ceria? Apa yang engkau pikirkan sobat? Tentang hidup ini yang esok nanti pasti akan berakhir kah? Atau tentang tikus-tikus penguasa yang berdiri sombong seakan tak punya cermin, setelah [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
7 digit
terima kasih
terima kasih atas apa yang telah aku dapatkan,
atas kemurahan dan keramahan yang aku rasakan,
akan keceriaan yang semangat hidup dalam kesederhanaan,
akan apa yang aku punya dan dapat aku berikan bagi orang lain,
atas kesempatan untuk berbagi…
Terimakasih atas 7 digit yang aku boleh terima
sebab kemurahan kamu semua
terima kasih…!
Filed under: 1 | Leave a Comment
Ironi sebatang pensil
Aku duduk,
sebuah pensil usang di genggamanku
kugeraskan perlahan di atas kertas itu
kertas yang juga usang sudah
Aku kecewa,
tulisan tak juga terasa berarti
seakan goresan yang hanya menumpahkan emosi,
akan kegagalan dan kebodohan
Kubuang pensil itu,
Pensil yang memang tak panjang lagi,
tak lebih dari 5 cm panajangnya
mungkin karena tua dan tersingkirkan tuts kmputer.
Hah,
haruskah aku melihat semua ini?
Sibocah memunggut pensil itu,
dengan baju seragam [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
Kudengar lantunan lagu yang memang sudah tak asing lagi di telingaku
Seraya aku menuangkan selaksa harapan yang seakan lebih tepat dikatakan sebuah angan
Di dalam kamar yang sederhana ini aku tertunduk malu dan diam
Seakan dinding kamar ini menertawakan aku, dari segala arah mereka tertawa
Mungkin karena aku telah menyakiti dan merusak impian si dinding
Puluhan paku tertancap dalam menembus [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
Diam…
Akhirnya aku lepas juga dari sensasi yang mengikatku, sensasi yang tercurahkan adalah kebodohan
Sebab hidup ini bukan untuk meraih sensasi, meski ada kebebasan untukmu mengejar sensasi
Bukan pula untuk status kepemilikan, sebab status hanya ada di otak orang yang ingin pamer
Bukan juga untuk memamerkan keindahan, walau kadang keindahan disadari ketika dinikmati
Bukan selamanya hanya menikmati, tetapi berbuatlah sesuatu [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
justifikasi dan sugesti
ditemani justifikasi akan kegagalan dan sugesti akan kebahagian. aku belum sanggup, mungkin esok waktunya; di gedung yang mewah, bersama meraka; mereka yang mengikuti ajaran hidup yang sederhana.
Beberapa hari yang lalu… dalam keramaian dan hiruk pikuk teriak mereka yang mempertahankan sebuah nama dengan semangat, mungkin mengharapkan sebuah status tepatnya… aku bertemu kembali dengan diriku 5 tahun [...]
Filed under: 1 | 1 Comment