Aku Lapar
Duduk,
menghempaskan jemariku diatas tuts komputer
memandang tegas ke arah layar yang online
menantikan segelas kopi hangat
menemani kesepianku dalam penantian…
penantian akan sebuah keheningan
Berhentilah berspekulasi dan berorasi…
Demi melepaskan dahaga akan raha haus mu
rasa haus akan kuasa…
Aku tak hanya ingin tidur nyenyak…
Diam lah sesaat…
Jika ingin mendengarkan rakyat mu hai tuan purnawirawan
akan terdengar oleh telinga mu
suara bisikan ku dengan jelas
memekakkan telinga mu
yang serasa tuli selam lima tahun terakhir ini…
Huuhh
Rasanya lebih baik aku berdiri..
meninggalkan kursi ini,
tak hanya menunggu kau yang sombong tuk mendengarku
Tapi aku berjanji…
Saatnya akn tiba…
Aku akan bangkit dan melompat..
Berteriak di gendang telingamu…
AKU LAPAR
Memory Art by Wathson
Filed under: 1 | Leave a Comment
No Responses Yet to “Aku Lapar”