pertanyaan yang sangat sulit untuk saya jawab, sebab ini menyangkut komitmen…
teramat banyak ang harus aku kerjakan…. sampai-sampai aku tak mengerti apa yang seharusnya aku dahulukan… Tapi tahun ini adalah tahun untuk berkarya. KUbiarkan tahun 2008 berlalu, dengan sejuta kenangan dan menajdi tahun eksperimen yang aku jalani dengan sejuta tantangan dan kegagalan, namun dari celah-celah kesulitan ini masih terpancar secercah sinar harap…

Ingin aku menggoreskan kuas di atas kanvas

Memory Art by Watchson



3 Responses to “Menggoreskan kuas di atas kanvas”  

  1. 1 hendry 天佑

    Selamat tahun baru bro..
    Tahun 2008 adalah tahun kegagalan paling gawat yang saya alami.
    Lha kok jadi curhat..
    Hahaha..

  2. @Hendry
    Selamat tahun baru jg bos…
    Have a nice day

  3. Berencana menggoreskan kuas di atas kavas
    Berkarya dalam kesibukan yang sepi, bereksperimen dangan segala upaya dan ekpresionisme yang sangat terbatas. Meninggalkan segala keramaian sejenak, ditemani alunan musik yang mengalun dalam ombak harmoni gejolak jiwa. Berharap mentari segera terbit, kemudian terbenam dengan mata yang tetap terlelap, tanpa memancarkan kesilauan, mentari akan hadir lagi esok pagi, dan aku yakin akan kemurahan berkat ini. Aku tak perlu menunggunya dalam penantian ku ini, bermain-main dengan waktu yang tak jelas dimana ujungnya…
    Terima kasih.


Leave a Reply