Betapa melekatnya slogan itu dalam otak ini, hampir tak bisa terbantahkan ketika slogan itu mengalahkan segala materialisme. Betapa slogan itu menginspirasi sejuta umat yang hidupnya sederhana dan lebih mengutamakan kebahagiaan, kedamaian yang tak akan mampu diwujudkan oleh jutaan keping koin yang aku miliki.

Teringat aku ketika tulisan itu dipajang menjadi sebuah hiasan dinding di sekolahku semasa aku masih di bangku SMA. Huh… hampir setiap hari aku memandanginya. Suatu waktu aku benar-benar tak mengerti apa yang telah sedang aku bayangkan akan slogan ini. Kini kondisi yang sama aku hadapi, kala semua kegiatanku terhalang karena uang, uang, dan uang. Aku berpikir tentang slogan ini, berusaha memaknainya dan mengispirasi aku dalam hari-hariku yang akan selalu mendambakan kedamaian. Dari mana gerangan akan kutemukan kedamaian dan ketenangan, dan berusaha memaknai tujuan hidup ini.

ya udah lah, pikirku terlintas mengakhiri lamunanku… Hanya sekedar lamunan.

Demikianlah aku memaknai slogan dengan sejuta makna ini… Tak lebih dari pemahanan yang sangat dangkal, berkata iya, denga ide yang dahsyat, namun tak sedikit pun terlihat implikasi dari pikiran mahasiswa yang katanya kritis dan berjiwa pembaharu. Kadang aku malu dengan pemikiran yang bodoh ini, seakan ingin menanggalkan status mahasiswa, lulus dengan IPK yang mantap, dapat gelar Sarjana Teknik diterima di perusahaan luar dengan gaji $$$$$ (bukan Rp) dan hidup dengan penuh kemewahan. Wah betapa bodohnya aku.

Untuk siapa harusnya aku berkarya?



2 Responses to “What money can buy”  

  1. Mantab bro, uang bukan segala2nya, itu hanya perlu untuk mencapai tujuan kita.
    Uang bukan tujuan hidup.

    Btw, keren hian blog mu bah, numpang lah aq yah.
    Kapan2 singgah lah ke “rumah” ku yang kecil itu bro. Mauliate

  2. @Rudy Sihombing

    Horas bang…
    apa kabar di luar negri sana…

    good luck


Leave a Reply