Untuk Namanya Gunadharma
Sebuah pesan dari aku yang tak bisa berkontribusi untuk kemahasiswaan di kampus ini. Mungkin bukan hanya aku yang tak berkontribusi (pikirku dalam hati), tapi itu bukan jadi alasan untuk menjadi sebuah pembenaran (jawabku dengan lantang). Usai sudah eraku, kesempatan semakin kecil tapi satu hal yang ingin kusampaikan buat kader-kaderku di ruangan dengan mezaninnya yang tak dapat kulupakan.
Kemaren mereka duduk dengan wajah yang sangat sopan dan tutur sapa yang hangat, tepat di depanku, tak jauh, tak lebih dari jangkauan tangan ini. Aku iri melihat kamu semua, berani bertekad dan berkarya buat kemahasiswaan, sementara aku menyianyiakannya dahulu. Dengan suara lantang kau ucapkan janjimu, dengan penuh harap kau degungkan harapanmu, dengan penuh cemas kau nantikan era mu. Aku bangga akan kamu, akan kader-kaderku. Hanya itu yang tinggal dan tersisa akan kebanggaan dalam Gunadharma.
Huh… ya sudah lah… akan mencoba tetap mengingat impianmu…
Memberikan hati dan memperbaiki kekacauan Bandung saat ini, mungkin itu yang bisa kutangkap dari mahasiswa pintar dan bersemangat yang sejak kecil sudah tinggal di Bandung. Degan penuh sadar dia kecewa akan kondisi Bandung saat ini, aku kagum buat impian itu, berkonribusi buat masyarakat Bandung
Dari pojok tangga yang di depan himpunanku, sangat terasa semangat dari impianmu, mimpimu untuk menjadikan kemahasiswaan yang tak kaku dan keakraban yang kau paparkan terasa hangat. Dahulu eraku, sekarang eramu, tapi perbedaan itu tak akan menjadi pembatas keakraban
Di depan gerbang kebanggaan mahasiswa kampus ini, tempat ka kaderku menunjukkan jaket biru kebanggann ku saat pawai wisudaan, disanalah akan kulihat sebuah mimpi dari kaderku. Mari birukan gerbang Ganesha.
Kita adalah mahasiswa kritis, tapi itu tak cukup, aktualisasi untuk masyarakat adalah impianku (tertunduk malu seorang kader berkata di depan ku)… yap… semakin aku bangga akan semakin bangga dengan kader ku…
Dan dengan tenang kader kebanggaan ku berkata… Aku ingin berbuat baik, berbuat dengan hati.
Semua mimpi kader-kaderku akan menjadi nyata… ya aku berharap seperti itu. Untuk namanya Gunadharma. Itulah mimpi mahasiswa kebanggaanku.
Filed under: 1 | Leave a Comment
No Responses Yet to “Untuk Namanya Gunadharma”