membaca sebuah artikel yang ditulis disebuah web bernuansa Batak, baru beberapa menit yang lalu. Rasanya sangat menggelitik buat aku yang mengaku diriku ini mahasiswa yang akan membawa perubahan. Dasar kemahasiswaan, kata-kata agent of change itu serasa tinggal slogan belaka di balik jaket himpunan kemahasiswaan ini. nyaris tak ada implikasi yang tertuang lewat tangan yang kerjanya hanya sketsa ini.
Artikel itu, menjelaskan budaya Batak yang menciptakan dan masih melestarikan sigale-gale, tetapi jepang dengan inovasinya menjadi jauh terkenal dengan robot nya… Dimana inovasi orang Batak? Sedikit aku akan jelaskan apa Sigale-gale itu. Sigale-gale adalah patung kayu yang dibuat leluhur orang Batak, dan menjadi kebanggaan orang Batak. Patung ini tak sekedar patung yang diam begitu saja. Patung ini dilengkapi dengan peralatan mekanik sederhana (tapi canggih di zamannya) yang dirancang sedemikian rupa sehingga patung dapat bergerak manortor (menari ala tarian Batak). Gerakan dapat dikendalikan dengan bantuan tali yang dipasang pada patung dan dapat ditarik pada bagian belakang patung. yah mirip sebuat robot sih gerakannya, sedikit patah-patah.
Tapi, menarik pada diri sendiri, aku tak sekalipun terinspirasi dari Sigale-gale untuk mengembangkannya menjadi sebuah robot dengan sistem komuputerisasi, mekanikal, dan teknologi yang canggih. Mengapa? dasar aku tak punya inovasi. Malahan Jepang sangat terkenal dengan robotnya, ASIMO ya namanya (mudah-mudahan ga salah).
yah, sudah tidak saatnya lagi mempertnyakan dimana inovasi anak bangsa seperti saat ini? Bukan saatnya juga mempertanyakan apa benar inovasi menjadi jawaban atas keterpurukan bangsa ini? Bahkan sangat bodoh buat aku jika harus mempertanyakan siapa yang seharusnya melahirkan inovasi baru?
Ini saatnya melahirkan sebuah inovasi…
Memory Art by Watchson
Filed under: 1 | Leave a Comment
No Responses Yet to “Inovasi sebuah pertanyaan dan jawaban”