Edelweiss putih yang layu
Didedikasikan buat seorang teman, yang memaknai hidup dan selalu berbagi.
Hari ni hari yang sulit bagi aku. Menghadapi mereka yang memaksa aku bertindak sesuai dengan harapan mereka sendiri, demi sebuah gelar. Terkadang sangat berat bagi aku melakukan semua hal itu, sebab banyak hal harus saya korbankan untuk hal ini. Tak ada alasan untuk berterima atau tidak, sebab dunia yang tak adil ini memaksa aku untuk berkata ya.
Tapi itu tak seberapa dibanding dengan apa yang dia hadapi. Harus menukarkan gambar Soeharto itu untuk menyambung hidupnya. Rasanya sulit untuk berbuat sesuatu, sedangkan untuk sekedar mengerti sangat sulit rasanya.
Sekalipun sulit bagi mereka untuk mengatakan tindakanmu benar, tapi bagi aku, hanya mereka salah besar yang begitu teganya menyalahkan tindakanmu. Sebab mereka itu tak mengerti kalu Tuhan akan selalu memmbukakan pintu sabar dan kesempatan bagi hambanya. Sebab mereka tak merasakan seperti apa yang telah kamu rasakan.
Tapi aku akan sangat merasa bersalah membiarkanmu sendiri menjalani kasus mu tanpa sebuah solusi dari aku yang selalu meminta pertolongan, dan yang tak pernah kamu tolak.
Ya Tuhan, maafkan kesalahan dan kelalaian hamba Mu ini,
Aku berdoa dengan penuh harapan akan sebuah kebijaksanaan yang daripadaMu. Semoga eldelweiss ini dianggap layu oleh mereka yang membuat peraturan.
Amin.
Filed under: 1 | Leave a Comment
No Responses Yet to “Edelweiss putih yang layu”