Archive for November, 2008
kehidupan mahasiswa itu tak REAL
Buat mereka yang menganggap kehidupan mahasiswa ini tidak real.
Ingin mulut ini berucap, teriak dengan lantang, seakan hati tak berterima dengan semua perbedaan pendapat ini. Memang aku belum pernah merasakan lingkungan di antra orang-orang yang dipaksa kerja dan harus memikirkan sejumlah uaang untuk menghidupi dirinya. Sulit untuk mendapatkan sudut pandang yang mereka tempati untuk membentuk perspektif [...]
Filed under: 1 | 6 Comments
What money can buy
Betapa melekatnya slogan itu dalam otak ini, hampir tak bisa terbantahkan ketika slogan itu mengalahkan segala materialisme. Betapa slogan itu menginspirasi sejuta umat yang hidupnya sederhana dan lebih mengutamakan kebahagiaan, kedamaian yang tak akan mampu diwujudkan oleh jutaan keping koin yang aku miliki.
Filed under: 1 | 2 Comments
Untuk Namanya Gunadharma
Sebuah pesan dari aku yang tak bisa berkontribusi untuk kemahasiswaan di kampus ini. Mungkin bukan hanya aku yang tak berkontribusi (pikirku dalam hati), tapi itu bukan jadi alasan untuk menjadi sebuah pembenaran (jawabku dengan lantang). Usai sudah eraku, kesempatan semakin kecil tapi satu hal yang ingin kusampaikan buat kader-kaderku di ruangan dengan mezaninnya yang tak [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
membaca sebuah artikel yang ditulis disebuah web bernuansa Batak, baru beberapa menit yang lalu. Rasanya sangat menggelitik buat aku yang mengaku diriku ini mahasiswa yang akan membawa perubahan. Dasar kemahasiswaan, kata-kata agent of change itu serasa tinggal slogan belaka di balik jaket himpunan kemahasiswaan ini. nyaris tak ada implikasi yang tertuang lewat tangan yang kerjanya [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
Berharap Sesuatu yang Berbeda
Beberapa saat lagi, di tengah-tengah kesibukan kita masing-masing kita akan merayakan Natal. Yup, aku rasa hal yang sudah sering bahkan sangat sering kita dengar. hampir tak ada bedanya dengan perayaan yang kita rayaakn setiap tahunnya. Aku ingin sesuatu yang berbeda.
Filed under: 1 | 2 Comments
Benarkah keberadaanku merugikan?
Tak mudah untuk dimengerti, mengapa aku sangat jarang menemukan kondisi yang mendukung buat kau berkreasi dan berkarya. Tapi aku sangat paham alasan mereka meminggirkan keberadaanku. Entah mereka dengan sadar atau berpura-pura tidak tahu demi kata wibawa dan disiplin seorang pemimpin. Mungkin saja bukan pemimpin tetapi penguasa, pikirku dalam hati.
Minggu kemarin, aku “diusir” dari gubuk gratis [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment
Edelweiss putih yang layu
Didedikasikan buat seorang teman, yang memaknai hidup dan selalu berbagi.
Hari ni hari yang sulit bagi aku. Menghadapi mereka yang memaksa aku bertindak sesuai dengan harapan mereka sendiri, demi sebuah gelar. Terkadang sangat berat bagi aku melakukan semua hal itu, sebab banyak hal harus saya korbankan untuk hal ini. Tak ada alasan untuk berterima atau tidak, [...]
Filed under: 1 | Leave a Comment