Aku Lapar

18Jul09

Duduk,
menghempaskan jemariku diatas tuts komputer
memandang tegas ke arah layar yang online
menantikan segelas kopi hangat
menemani kesepianku dalam penantian…
penantian akan sebuah keheningan

Berhentilah berspekulasi dan berorasi…
Demi melepaskan dahaga akan raha haus mu
rasa haus akan kuasa…

Aku tak hanya ingin tidur nyenyak…
Diam lah sesaat…
Jika ingin mendengarkan rakyat mu hai tuan purnawirawan
akan terdengar oleh telinga mu
suara bisikan ku dengan jelas
memekakkan telinga mu
yang serasa tuli selam lima tahun terakhir ini…

Huuhh
Rasanya lebih baik aku berdiri..
meninggalkan kursi ini,
tak hanya menunggu kau yang sombong tuk mendengarku
Tapi aku berjanji…
Saatnya akn tiba…
Aku akan bangkit dan melompat..
Berteriak di gendang telingamu…

AKU LAPAR

Memory Art by Wathson


Berbahagialah aku…
yang bersama dengan kamu semua,
menghabiskan sepenggal dari perjalanan hidup aku,
bermimpi tentang sebuah impian,

Tak pernah terpikirkan oleh aku,
ketika bersama dengan kamu delapan tahun yang lalu
akan melewatkan hari
dan menggoreskan sebuah kenangan ini
hingga sekarang aku berharap
tentang kenangan yang akan teringat oleh kita
esok dan lusa,
tentang mimpi dan impian kamu dan aku

Berbahagialah aku…
bermimpi bersama dengan kamu
berharap sebuah angan
‘kan menjadi nyata…

To make the world yellow

Memory Art by Watchson


back…

13Jul09

Sorry my blog…, Its for a long time I didn’t do anything for you…
it’s a good momment for me activing something new on my wall…

thanks…
here I am…
Deka Watchson

Memory Art by Watchson


15.15

02Feb09

huh…

Rutinitas ini sangat membosankan, sesekali mataku terpejam dan pikirku pun ntah kemana. Tempat dimana aku duduk terasa semakin panas dan tak sedikitpun rasa nyaman yang ditawarkan. Aku ingin bebas.


Kursi itu terasa tak nyaman aku duduki, warna hijaunya mulai pudar, dan penyangkahnya mulai tak kokoh menopang badanku yang terlihat ringkih dan tak terawat ini, mungkin karena telah dimakan usia, maklum sejak aku menginjakkan kaiku untuk pertama kalinya di kota ini, sekitar 5 tahun yang lalu, kursi itu sudah ada di pojok ruangan yang selalu ramai dengan kepulan rokok pemuda yang tak hentinya.

Continue reading ‘Sesulit itukah berkata maaf?’


Blog ini mulai tak terurus lagi…

semakin jarang saya berkarya… sehingga tak ada yang bisa saya share buat Rekan-rekan pengunjung blog ini. Tepatnya saya terlalu sibuk berkarya diluar blog ini dan perhatian saya untuk blog ini semakin berkurang, sementara karya saya kadang tidak sesuai untuk ditampilkan dalam blog ini…

Yah mohon maaf jika untuk selanjutnya, blog ini hanya tempat menuangkan sejuta narasi yang sulit dimengerti… mungkin keseharian saya, yang intinya saya berusaha menulis untuk sesuatu yang bersifat menginspirasi… Meskipun saya akui bahwa tulisan saya selanjutnya sama sekali sulit untuk dikatakan dapat menginspirasi….

Bilakah aku mendapatkan apa yang aku inginkan dari blog ini? Tapi aku melupakannya sudah, dan kembali bertanya:

What I have to do with this blog for all of  you? I wanna t share, but what I have to share?… would you like to tell me please?

Memory Art by Watchson


Kuangkat kumpulan kertas A4 yang telah aku goreskan dengan berbagai media dan jujur, aku sangat banga ketika menggenggamnya meskipun goretan-goretan itu lebih layak disebut kumpulan kertas lusuh.

Kutarik secarik kertas, tepat dari bagian bawah kanan kertas tersebut. Tepat di bawah ibu jari ku, tertutup tulisan yang berbunyi “Memory Art by watchson”. Ibarat sebuah lukisan terkenal yang dibubuhi tanda tangan sang seniman.  Bertanya dalam arti, apa arti kata-kata ini…

Continue reading ‘About “Memory Art by Watchson”’


pertanyaan yang sangat sulit untuk saya jawab, sebab ini menyangkut komitmen…
teramat banyak ang harus aku kerjakan…. sampai-sampai aku tak mengerti apa yang seharusnya aku dahulukan… Tapi tahun ini adalah tahun untuk berkarya. KUbiarkan tahun 2008 berlalu, dengan sejuta kenangan dan menajdi tahun eksperimen yang aku jalani dengan sejuta tantangan dan kegagalan, namun dari celah-celah kesulitan ini masih terpancar secercah sinar harap…

Ingin aku menggoreskan kuas di atas kanvas

Memory Art by Watchson


Some body help me….

Anybody…

nobody…

Hampir semua orang yang aku temui berkata demikian, ketika mereka mengejar impian mereka mendapatkan sebuah gelar sarjana. Wajar aku rasa, bahkan steramat wajar, sebab ini adalah perjuangan. Perjuangan demi sebuah gelar yang disisipkan di nama babtis kita masing-masing, tak terkecuali aku.

Continue reading ‘Demi Gelar Sarjana’


3000 hits

17Dec08

Akhirnya, hari yag kutungggu-tunggu pun telah tiba…,

Beberapa bulan yang lalu, aku menuliskan postingan pertamaku didunia internet. Huh, tak terpikirkan buat aku dulu untuk menjadikan ini sebuah rutinitas, namun sekarang segalanya berbeda. Tak terpikirkan juga oleh ku, ternyata dalam waktu yang terasa singkat ini, dengan kefakuman di awal pembuatan blog ini, blog ini telah mencapai 3000 hits (bahkan lebih)

total: 3027 hits

Continue reading ‘3000 hits’


Buat mereka yang menganggap kehidupan mahasiswa ini tidak real.

Ingin mulut ini berucap, teriak dengan lantang, seakan hati tak berterima dengan semua perbedaan pendapat ini. Memang aku belum pernah merasakan lingkungan di antra orang-orang yang dipaksa kerja dan harus memikirkan sejumlah uaang untuk menghidupi dirinya. Sulit untuk mendapatkan sudut pandang yang mereka tempati untuk membentuk perspektif yang sedemikian berbedanya dengan apa yang sedang berada di otak ku ini.

Continue reading ‘kehidupan mahasiswa itu tak REAL’


Betapa melekatnya slogan itu dalam otak ini, hampir tak bisa terbantahkan ketika slogan itu mengalahkan segala materialisme. Betapa slogan itu menginspirasi sejuta umat yang hidupnya sederhana dan lebih mengutamakan kebahagiaan, kedamaian yang tak akan mampu diwujudkan oleh jutaan keping koin yang aku miliki.

Continue reading ‘What money can buy’


Sebuah pesan dari aku yang tak bisa berkontribusi untuk kemahasiswaan di kampus ini. Mungkin bukan hanya aku yang tak berkontribusi (pikirku dalam hati), tapi itu bukan jadi alasan untuk menjadi sebuah pembenaran (jawabku dengan lantang). Usai sudah eraku, kesempatan semakin kecil tapi satu hal yang ingin kusampaikan buat kader-kaderku di ruangan dengan mezaninnya yang tak dapat kulupakan.

Continue reading ‘Untuk Namanya Gunadharma’


Character

19Nov08

membaca sebuah artikel yang ditulis disebuah web bernuansa Batak, baru beberapa menit yang lalu. Rasanya sangat menggelitik buat aku yang mengaku diriku ini mahasiswa yang akan membawa perubahan. Dasar kemahasiswaan, kata-kata agent of change itu serasa tinggal slogan belaka di balik jaket himpunan kemahasiswaan ini. nyaris tak ada implikasi yang tertuang lewat tangan yang kerjanya hanya sketsa ini.

Continue reading ‘Inovasi sebuah pertanyaan dan jawaban’


Beberapa saat lagi, di tengah-tengah kesibukan kita masing-masing kita akan merayakan Natal. Yup, aku rasa hal yang sudah sering bahkan sangat sering kita dengar. hampir tak ada bedanya dengan perayaan yang kita rayaakn setiap tahunnya. Aku ingin sesuatu yang berbeda.

Continue reading ‘Berharap Sesuatu yang Berbeda’


Tak mudah untuk dimengerti, mengapa aku sangat jarang menemukan kondisi yang mendukung buat kau berkreasi dan berkarya. Tapi aku sangat paham alasan mereka meminggirkan keberadaanku. Entah mereka dengan sadar atau berpura-pura tidak tahu demi kata wibawa dan disiplin seorang pemimpin. Mungkin saja bukan pemimpin tetapi penguasa, pikirku dalam hati.

Minggu kemarin, aku “diusir” dari gubuk gratis berukuran 2m x 1.5m yang telah aku diami beberapa bulan terakhir ini. dari ruang yang aku sendiri tahu bukan tempat itu bukan untuk aku jadikan hunian. Aku ingin kalian semua tahu apa alasanku untuk menjadikan tempat itu sebagai rumah (home) buat aku. Tuntutan untuk bertahan hidup dan ber


Didedikasikan buat seorang teman, yang memaknai hidup dan selalu berbagi.

Hari ni hari yang sulit bagi aku. Menghadapi mereka yang memaksa aku bertindak sesuai dengan harapan mereka sendiri, demi sebuah gelar. Terkadang sangat berat bagi aku melakukan semua hal itu, sebab banyak hal harus saya korbankan untuk hal ini. Tak ada alasan untuk berterima atau tidak, sebab dunia yang tak adil ini memaksa aku untuk berkata ya.

Tapi itu tak seberapa dibanding dengan apa yang dia hadapi. Harus menukarkan gambar Soeharto itu untuk menyambung hidupnya. Rasanya sulit untuk berbuat sesuatu, sedangkan untuk sekedar mengerti sangat sulit rasanya.

Sekalipun sulit bagi mereka untuk mengatakan tindakanmu benar, tapi bagi aku, hanya mereka salah besar yang begitu teganya menyalahkan tindakanmu. Sebab mereka itu tak mengerti kalu Tuhan akan selalu memmbukakan pintu sabar dan kesempatan bagi hambanya. Sebab mereka tak merasakan seperti apa yang telah kamu rasakan.

Tapi aku akan sangat merasa bersalah membiarkanmu sendiri menjalani kasus mu tanpa sebuah solusi dari aku yang selalu meminta pertolongan, dan yang tak pernah kamu tolak.

Ya Tuhan, maafkan kesalahan dan kelalaian hamba Mu ini,

Aku berdoa dengan penuh harapan akan sebuah kebijaksanaan yang daripadaMu. Semoga eldelweiss ini dianggap layu oleh mereka yang membuat peraturan.

Amin.


Dari pojok kampus yang katanya ternama di indonesia ini, kucoba menuliskan sekelumit tentang keseharianku. Tak ingin berlama-lama aku menyandang predikat Agent of Change ini… Huh, kata yang sangat sering aku dengar di sematkan dipundak mereka yang merasa dirinya benar-benar mahasiswa. Tapi aku bukan salah satu di antara mereka. Aku tak sebegitu bangganya disebut seorang mahasiswa, yang kelak diharapkan masyarakat. terlalu mengada-ada bagiku kebanggaan semu seperti itu.

Continue reading ‘Berpikir tentang Generasi Muda’


Rura Silindung

27Oct08

RURA SILINDUNG

(Ciptaan Nahum Situmorang)

Molo maguling si rumandang ari i

Soluk maro si rumondang bulan i

Huhut mangkuling sese di balian i

Lao mangendehon rura silindung nauli

Rura silindung

Rura na sun denggan i

Lambok malilung

Na marbuju na disi

Di pukul opat

Di robot ni borngin i

Disipe mulak

Si doli pangaririt i

l Rura Silindung l

l Nahum Situmorang l

l sumber l


Que sera-sera

what ever will be, will be

LIrik lagu itu mengingatkanku pada pengharapan, impian dan cita-cita. Banyak hal yang harus aku perjuangkan dan aku lakukan demi sebuah kesuksesan. Entah siapa yang selalu mengingatkanku untuk berjuang? Atau apa yang selalu menginspirasi aku untuk tetap berkarya? Melintas dipikiranku pertanyaan-pertanyaan retorika dan bodoh itu. Antara berkhayal, bermimpi dan berangan-angan akan suatu rencana besar dalam hidup ini. Kusingkirkan segera bualan itu dan aku bergegas dari tempat tidurku yang beralaskan papan hitam, mirip s3 biuah loker tahun 60-an yang dijejerkan diruangan sempit itu. Mungkin itulah hal paling berharga yang aku milki saat ini, keberadaan ruangan yang tak lebih dari 1,75m x 2 m itu menjadi kebanggaanku. Mereka yang melihat aku terlentang, tidur dengan pulas mengatakan ruangan itu adalah apartemen pribadiku. Satu-satunya tempat tidur yang paling mewah dan paling nyaman yang dimiliki anak-anak sebayaku di daerah ini.

Continue reading ‘Seandainya Generasi Muda ‘…’’


Memory art by watchson

I am a lucky man…

22 years ago, I was born in creative and romantic town, Bandung. But it was just for a little time because I had to go Tapanuli. Art deco and colonial building style became a motivation in my mind to have a wish to live in Bandung, my homeland. It was my first dream when I was just a little boy. That was a great dreams for a young boy who live in Tapanuli.

Continue reading ‘I am a lucky man…’


Did I lost my “Sketsa Budaya”

Berbagi akan sebuah karya adalah hal yang sangat mulia, tetapi meminjamkan (baca: meminjamkan) sesuatu kepada orang yang tidak tepat, sama aja halnya dengan membuang dan menyianyiakan talenta untuk hal yang paling tak berguna…


Berjalan aku menyusuri kota kecil yang terlihat lengang itu. Hembusan angin seakan menyejukkan teriknya matahari siang tadi. Kulangkahkan tapakku, dengan tas hitam kecil di pinggangku aku berusaha memahami betapa indahnya sore itu. Aku tersadar, aku sedang berada di kota yang jauh lebih bersih dari kota tempat aku melanjutkan kuliahku di Bandung yang terkenal dengan kesejukkannya oleh orang-orang pemilik mobil mewah dari ibukota.

Kota kecil di Tapanuli, serasa sepi dan dingin menyandang kebanggaannya sebagai calon peraih Adipura. Nyaris tak ada kebisingan oleh kendaraan yang lalu lalang. Bahkan teriakan anak-anak bermain di atas lapangan rumput hijau itu mengingatkanku pada masa kecilku. Langit biru menyaksikan lapangan hijau itu berinteraksi dengan anak-anak yang sedang berebut bola kecil yang sudah usang. Di kejauhan, lompatan anak yang berkulit hitam itu semakin asik saja menghasilkan bunyi gemercik air Danau Toba yang memecahkan keheningan. Pohon rindang melambaikan daunnya seakan memberikan salam kepadanya yang sedang berenang mengikuti kapal-kapal pedagang dari seberang danau. Tak ada kicau burung sore itu, mungkin kota kecil itu tak seindah kota impian yang sering diceritakan di komik anak-anak. Tapi cukup indah untuk dijadikan inspirasi dan belajar dengan alam, memahami dan berkomunikasi dengan alam. Namun aku tak cukup bijak, tak satu pun aku tahu nama kupu-kupu indah yang sedang menghisap madu kembang merah itu. Indah, indah sekali, jauh lebih indah daripada lirik lagu slank.

Continue reading ‘Melukiskan Dilema’


Impian

09Sep08

Impian adalah hal selalu memacu aku untuk tetap berusaha. Berusaha untuk tetap menjadi yang seseorang yang lebih baik, berusaha menjadi orang sukses, berusaha menjadi orang yang hidup dalam kerukunan, berusaha memerankan peranan kita dengan baik, berusaha menjadi orang yang hidup bersosialisasi, dan masih banyak usaha yang lain. Intinya setiap usaha itu berawal dari harapan dan cita-citaku.

Adakah yang akan menuntun aku menjaga impian ini agar tetap berada anganku? Berharap semangatku tetap menyala untuk tetap berusaha.

Mungkinkah usaha ini akan berakhir ketika aku mendapatkan impianku? keegoisan dan ketidakpuasanku akan menjawabnya, bagai ketamakan dalam diri aku akan mencari dan mencari hal yang baru dalam diri ini. Berharap ketika aku mengakhiri panggung sandiwara di dunia ini, itulah saat dimana aku telah menggapai semua impian dan cita-citaku.


Ketika aku masih kecil, semasa aku masih kanak-kanak, aku berharap menjadi seperti apa saja yang aku bayangkan baik saat itu. Saat itu semua kemungkinan masih terbuka lebar… Seharusnya aku bisa menjadi apa saja yang aku inginkan saat itu… Ternyata semuanya salah… Aku tak bisa menjadi seperti apa yang aku inginkan, saat ini aku bahkan tak tahu pasti apa dan bagaimana wujudnya menjadi sesuatu yang aku inginkan itu. Continue reading ‘menjadi seperti yang aku inginkan’


aku ingin menjadi seniman jalan

pilihan yang sulit

dengan dilema dan ironi yang mendalam

….oh…

masih kah engkau, hai gadis cantik

tetap menginspirasiku…

dan bersama ku selalu..

seniman jalan yang miskin…

kecintaanku terhadap seni melebihi kekagumanku pada mu…

tapi aku harus akui…

kamu adalah inpirasi buat aku…

Pertanyaan yang selalu terlintas dalam impian ku menjadi seniman….


Blog ini mulai tak terurus lagi…

semakin jarang saya berkarya… sehingga tak ada yang bisa saya share buat rekan-rekan pengunjung blog ini. Tepatnya saya terlalu sibuk berkarya diluar blog ini dan perhatian saya untuk blog ini semakin berkurang, sementara karya saya kadang tidak sesuai untuk ditampilkan dalam blog ini…

yah mohon maaf jika untuk selanjutnya, blog ini hanya tempat menuangkan sejuta narasi yang sulit dimengerti… mungkin keseharian saya, yang intinya saya berusaha menulis untuk sesuatu yang bersifat menginspirasi… Meskipun saya akui bahwa tulisan saya selanjutnya sama sekali sulit untuk dikatakan dapat menginspirasi….

hari ini saya duduk lesehan di sebuah warnet, bukan warnet yang mewah kelihatannya, tapi cukup cepat mengakses blog ini dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia untuk menunggu proses loading berakhir. sekat antar komputer yang terbuat dari kayu tripleks murahan dicat hitam menampilkan suasana yang mencekam di bilik ini, belum lagi ukurannya yang terlalu tinggi, kira-kira 1.5 meter tingginya.  Dasar orang yang tidak mengerti tentang kenyamanan visual dan desain interior.. pikirku dalam hati. Tapi belakangan saya tahu alasannya adalah untuk privasi yang selalu dicari-cari pala pelanggan warnet ini.

Continue reading ‘hei…. bangunan nan angkuh…’


sketsa wajah

15Jul08

download

… … … … … … .. . . . . . . . . . . … … … … … … .. . . . . . . . . . . … … … … … … .. . . . . . . . . . .

sketsa budaya.pdf (download)


1 ABAD KEBANGKITAN BANGSA

didesain khusus, sebagai wujud semangat untuk perjuangan bangsa selama

satu abad sudah kebangkitan nasional bergulir…

design by watchson

memory art by watchson


Sketsa budaya…

Berusaha melesatarikan budaya Batak… mungkin hal yang terdengar terlalu idealis, terlalu jauh untuk dicapai, tidak realistis dan terkesan hanya sebagai tujuan yang klise… Sketsa budaya memang sebuah pekerjaan yang menyangkut budaya, lantas apakah sketsa budaya bisa disebut sebuah upaya untuk melestarikan budaya? Memang masih jauh bahkan sangat jauh. Banyak orang yang mempertanyakan, akan dikemanakan hasil karya ini (sketsa budaya)? kemana tujuannya?

Sketsa budaya vol.1 sudah selesai…  tapi masih sangat terbatas untuk Sketsa Budaya Batak Toba… selanjutnya, saya pribadi sedang mengerjakan sketsa budaya vol.2. Rencananya Vol.2 ini berisikan arsitektur vernakular Batak, dengan pembahasan yang lebih rinci dan lebih mendalam…

Tujuannya sangat simple, kebanyakan orang tidak merasa tujuan untuk melesatarikan budaya Indonesia itu sangat klise… Saya mengajak kita untuk tidak berpikir yang terlalu jauh yang bisa membuat kita patah semangat untuk berkarya.

Inti dari sketsa budaya ini adalah inspirasi, inisiatif dan berkarya…

Ke tiga kata ini ternyata cukup ampuh untuk membakar semangat dan minta beberapa orang untuk berkarya dan mengembangkan sketsa budaya… Sekarang tidak hanya Batak Toba, salah satu unit kesenian di ITB, yang digerakkan mahasiswa, telah terinspirasi untuk melakukan hal yang sama untuk daerah dan budaya nya sendiri… besar harapan saya untuk mengembangkan dan membagi pengalaman saya tentang sketsa budaya ini, sehingga setiap orang yang membaca terinspirasi,berinisiatif dan berkarya…

intinya.. harapan besar saya adalah ketika Indonesia dengan segudang laboratorium budayanya yang sangat beragam memiliki sketsa budaya yang menarik dan artistik… Di sisi lain, saya secara pribadi berusaha membagikan pandangan saya tentang budaya. Kebanyakan orang menganggap budaya itu kuno, dan tidak dapat dikembangkan dan justru menghalangi perkembangan zaman. Bagi saya tidak.. budaya adalah sesuatu yang dapat dikembangkan dan harus dikembangkan dan BERNILAI.

Terkadang saya maklum ketika kebanyakan orang merasa budaya itu membosankan. Saya sendiri terkadang merasakan hal yang sama, apalgi ketika harus membaca buku-buku tentang budaya indonesia yang membosankan dengan sentuhan yang menurut saya artistik. Untuk itulah saya menggagas buku sketsa budaya sebagai upaya menampilkan dan memperkenalkan budaya dengan cara yang lebih menarik. Sentuhan yang artistik adalah jawaban, bagaimana cara kita untuk menarik perhatian orang banyak untuk melirik kembali segudang potensi tentang budaya Indonesia.

Terima kasih,

untuk saat ini saya belum bisa mem publish sketsa budaya vol.1 secara keseluruhan karena beberapa alasan teknis satu dan lain hal… (maaf ya, ditunggu aja).


hasil karya cat air…dengan sketsa cepat

cat air akan memberikan efek sketsa yang spontan….Hal inilah yang mendorong dan menjadi potensi cat air untuk disajikan dalam bentuk karya seni. Dalam proses sketsa cat air… hal efek spontanitas inilah yang harus kita pertahankan. Untuk itu diperlukan kecepatan dan spontanitas goresan kuas dalam sketsa.

Continue reading ‘cat air dan desain’


aula barat

23May08

Maha Karya,

Maha karya dalam bidang arsitektur ini masih bisa kita nikmati di Lokasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Bangunan ini telah berdiri sejak pemerintahan Kolonial Belanda. Arsitektur tradisional dan teknologi dengan atap miring sebagai ciri khas arsitektur di daerah tropis ini memberikan warna yang berbeda dengan bangunan lain di era 1920-an. Bangunan ini merupakan satu dari sekina banyak maha karya arsitektur di kota Bandung. Meskipun demikian, bangunan ini tak kalah indah jika dibandingkan dengan

Gedung Sate (sekarang Kantor Gubernur Jawa Barat)

Villa Ishola (sekarang Gedung Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia )

Villa Merah (terletak di Jalan taman sari, termasuk di kompleks bangunan ITB)

Braga (jejeran bangunan dengan langgam art deco),m

dan masih banyak lagi bangunan yang layak disebut maha karya dan sudah seharusnya kita melestarikan bangunan tersebut. Aula barat , merupakan bangunan yang dikonstruksi dengan kolom tanpa tulang. Pada era pembangunan Aula Barat, memang belum dikenal teknologi banguanan dengan kolom beton bertulang. Dengan demikian Aula Barat dikonstruksi dengan kolom yang besar yang terbuat dari batu kali. Sebuah kearifan lokal dengan menggunakan material yang sangat bersahabat dengan alam. Pada zamannya, memang material kayu, dan batu kali sangat mudah didapatkan.

Aula Barat menajadikan ITB, menjadi tempat dengan segudang sejarah…


57 halaman

sketsa budaya Batak Toba

memory art by watchson


sketsa cat air

21May08

hasil karya cat air…dengan sketsa cepat

cat air akan memberikan efek sketsa yang spontan….Hal inilah yang mendorong dan menjadi potensi cat air untuk disajikan dalam bentuk karya seni. Dalam proses sketsa cat air… hal efek spontanitas inilah yang harus kita pertahankan. Untuk itu diperlukan kecepatan dan spontanitas goresan kuas dalam sketsa.

Hal yang perlu dicatat adalah perbedaan lukisan dan sketsa…Sketsa berguna untuk merekam pbentuk objek. Jadi, sketsa hanya membutuhkan efek bahwa sketsa tersebut dapat memberikan gambaran objek yang dmaksud. Beda halnya dengan lukisan, biasanya lukisan biasanya harus di interpretasikan agar kita mengerti makna yang terkandung di dalamnya. Itu sebabnya kita sering menemukan lukisan yang kita tidak pahami artinya atau kita tak tahu objek apa yang dilukis, meskipun sekilas kita dapat berkomentar lukisan itu indah.

Namun di satu sisi memang kita harus mengakui kalau ternyata tak jarang karya sketsa tersebut bernilai seni, sama dengan lukisan. Menurut saya sketsa tidak harus indah, tapi sketsa harus baik dan benar…Baik dan benar yang dimaksud adalah dari segi persfektif yang benar (tidak distorsi), bayangan yang benar (shap and shadow), dan rendering yang menggambarkan material objek. hal hal inilah yang seharusnya dapat dipelajari dan dilatih…

Dalam hal ini, untuk menguasai sketsa yang baikada beberapa poin yang harus kita latih dan kita pelajari, antara lain:

1. analitical drawing

bagaimana kita dapat menganalisis bentuk objek yang akan kita sketsa dan mengimajinasikannya. Dalam hal ini imajinasi sangat berperan. Kita harus dapat mendefenisikan suatu bobjek terdiri dari unsur pembentuk apa saja, misalnya rumah sederhana terdiri dari bentuk kubus/ balok dan limas (atap). Dengan cara menganalisis bentuk ini, berarti kita harus berpikir dan bekerja secara umum dulu, kemudian detail sketsa di bagian akhir pekerjaan.

2. perspektif

kita harus dapat memilih bentuk perspektif agar tidak distorsi, misalnya satu titik hilang atau dua titik hilang. Biasanya untuk objek out dor digunakan perpektif dua titik hilang, sedangkan untuk indoor digunakan perpektif satu titik hilang. meskipun hal itu tidak mutlak benar untuk setiap kasus. Di sini kita perlu latihan dan banyak melihat contoh.

3. Shape and shadow

bentuk 3 dimensi dari sketsa akan lebih nyata ketika kita memberikan efek bayangan (shape and shadow)…Bayangan dan bayang-bayang. bayangan adalah bagian objek yang tertutup bayangan, sedangkan bayang-bayang adalah objek yang tidak terkena cahaya secara langsung.

4. rendering…

merupakan arsiran untuk objek agar material objek yang digambar dapat di jelaskan melalui sketsa. misalnya rendering untuk aspak yang kasar dengan rendering untuk kaca yang licin dan reflektif.

5. Berlatih

Selamat berlatih dan berkarya


crowded lonley

21May08

crowded lonley

memory art by: deka watchson



Sebuah ide dan pemikiran yang dituangkan dalam sketsa dan lukisan. Kumpulan sketsa ini merupakan wujud kebanggaan atas kelimpahan dan kekayaan budaya Indonesia khususnya seni dan budaya Batak Toba. Hendaknya kita berusaha melesatarikan dan mendokumentasikan sejumlah karya seni dan peninggalan sejarah yang berasal dari bangsa kita (Indonesia) khususnya tanah Batak Toba. Saya berusaha untuk menampilkan seni dan budaya Batak yang dianggap sudah kuno kepada masyarakat secara artistik dengan sentuhan desain.

SKETSA BUDAYA

Batak Toba, Sumatera Utara

Indonesia 2008

Seperangkat Alat Musik Batak Toba, Sketsa Budaya batak Toba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Gondang, Sketsa Budaya BatakToba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Garantung, Sketsa Budaya Batak Toba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Ogung, Sketsa Budaya Batak Toba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Hasapi, Sketsa Budaya BatakToba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Sarune, Sketsa Budaya BatakToba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Sulim, Sketsa Budaya BatakToba

sketch by: Deka Watchson Sagala

Kita sudah sepantasnya berbangga hati atas kekayaan seni dan budaya Indonesia, khususnya Batak Toba. Namun belum saatnya kita merasa puas dengan apa yang sudah kita capai dalam berkarya dan melayani. Melangkah ke depan dalam upaya melestarikan budaya Batak Toba menjadi sebuah upaya menunjukkan kepedulian kita terhadap seni dan budaya Batak Toba.

Banyak cara dan solusi untuk meningkatkan kembali animo masyarakat untuk menggali dan mengangkat seni dan kebudayaan Batak Toba lebih ke permukaan lagi. Misalnya melalui tulisan, komunikasi ilmiah, penelitian, seminar, jalur pertunjukan, pesta budaya atau pesta tahunan) dan jalur atraktif lainnya. Penulisan buku ini hanyalah sebagaian kecil dari upaya pelestarian budaya Indonesia, khususnya Batak Toba.

Tetap berkarya dan melayani.

Deka Watchson Sagala

phone +6281322097xxx

watchson@yahoo.com


By : Deka Watchson Sagala
watchson@yahoo.com
http://watchson.uni.cc

Kebudayaan merupkan hasil dari interaksi antara manusia dan lingkungan. Hasil karya arsitektur merupakan salah satu bagian dari budaya. Kebudayaan dalam bentuk arsitektural ini sering juga disebut arsitektur vernakular. Karya arsitektur ini merupakan sebuah hasil karya yang dihasilkan dari interaksi antara manusia dan lingkungannya.

Arsitektur vernakular sebagai hasil karya dalam hal ini sangat erat hubungannya dengan kebudayaan dan lingkungan dimana bangunan arsitektural tersebut berada. Banyak hal yang telah mempengaruhi perkembangan arsitektur vernakular atau yang sering disebut juga sebagai arsitektur tradisional. Sistem kekerabatan, sistem kemasyarakatan, sistem religi (kepercayaan), mata pencaharian, seni budaya, dan hal-hal yang terlibat dalam interaksi antara manusia dan lingkungannya tersebut.

Arsitektur tradisional di Indonesia merupakan segudang contoh kasus ibarat laboratorium yang kaya dan menarik dibahas untuk menerangkan bagaimana lingkungan dapat mempengaruhi hasil karya manusia dalam bentuk bangunan arsitektural. Dalam arsitektur Bali misalnya, faktor yang paling banyak mempengaruhi adalah sistem kepercayaan masyarakat Bali. Pengaruh ini sangat jelas juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan dan kebudaayan Bali, sehingga sangat sulit bagi kita untuk memisahakan antara budaya dan kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat dan hasil karya kebudaaan di Bali.

Lain halnya dengan Arsitektur tradisional di daerah Batak, kebudayaan daerah Batak lebih banyak terinspirasi dari filosofi budaya Batak yaitu Dalihan na Tolu. Dalihan na Tolu merupakan sebuah sistem yang mengatur kehidupan masyarkat Batak dalam berinteraksi, bermasyarakat. Dalihan na Tolu secara umum menggambarkan bagaimana seseorang menempatkan diri dalam masyarakat. Hal ini diterapkan juga dalam arsitektur tradisional Batak. Misalnya saja pintu Ruma (nama rumah tradisional Batak Toba) yang dibuat sangat pendek sehingga setiap orang yang masuk harus menunduk terlebih dahulu. Hal ini berusaha menggambarkan bahwa setiap orang harus menempatkan diri dan hormat (dismbolkan dengan tunduk) kepada tuan rumah.

Tantangan saat ini adalah paraigma yang seakan-akan menyisihkan arsitektur vernacular. Anggapan bahwa Arsitektur vernacular yang sudah ketinggalan jaman, kuno dan tidak mampu bersaing dalam himpitan arsitektur minimlis saat ini sedikit-demi sedikit telah memudarkan makna sebenarnya dari arsitektur vernacular tersebut. Jika dilihat dari sisi kebudayaan yang jelas-jelas menerangkan arsritektur itu sebaga interaksi antara manusia dan lingkungannya, maka seharusnya arsitektur vernacular yang sangat kaya dan beragam di Indonesia mampu memberi peranan yang penting dan lebih luas di Indonesia.

Arsitektur vernacular merupakan karya yang telah melalu proses yang panjang dan telah berhasil memcahkan berbagai masalah di lingkungan arsitektur tersebut berada. Misalnya, Arsitektur vernacular di Indonesia secara nyata telah menyelesaikan masalah curah hujan yang tinggi di daerah tropis di Indonesia dengan atap miring pada bangunannya. Seharusnya tak perlu dipertanyakan lagi, bahwa atap miring merupakan sebuah hasil dari interaksi antara bangunan dan curah hujan di daerah tropis, dan hasil dari interaksi tersebut adlah bentuk bangunan dengan atap miring. Namun kenyataan di lapangan, tidak jarang kita menemui arsitek yang lebih sering menerapkan atap datar pada desain bangunannya di Indonesia.

Memang penerapan dan perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat mendukung perkembangan arsitektur di Indonesia. Konstruksi beton, mampu diterapkan dalam pembuatan ekspresi bangunan dengan atap datar. Dalam hal ini arsitek yang merancang atap datar di Indonesia tak dapat disalahkan, sebab mereka hanyalah sebagaian dari sekian banyak arsitek yang menggunakan kemudahan dan perkembangan teknologi dalam desain arsitekturnya. Permasalahannya adalah bagaimana ketika arsitektur dengan teknologi tesebut tidak sepenuhnya dapat memecahkan masalah, bahkan mendatangkan masalah baru? Tidak jarang kita mendengar atap datar yang bocor.

Lalu bagaimana seorang arsitek menyikapi masalah seperti ini? Konstruksi dan teknologi yang lebih baik adalah solusinya. Namun di sisi lain, arsitektur vernacular adalah salah satu solusi yang telah teruji. Arsitektur tradisional tidak harus diterapkan secara utuh dalam disain arsitektur saat ini, namun hal yang harus diperhatikan adalah niali-niali yang terkandung dalam arsitektur vernacular tersebut. Contoh di atas (arsitektur di daerah tropis) adalah hanya sebagaian kecil dari seian banyak pesan yang dapat kita pelajari dari arsitektur vernacular. Masih banyak lagi yang dapat kita pelajari dari sekian banyak keragaman dan kekayaan budaya Indonesia.

Terima kasih…


By : Deka Watchson Sagala
watchson@yahoo.com
http://watchson.uni.cc

Pada dasarnya hasil karya arsitektural merupakan pengembangan upaya pemenuhan kebutuhan dari sebagai tempat tinggal. Kebutuhan akan tempat tinggal memiliki arti dan makna yang sangat luas dalam perkembangan arsitektur. Perkembangan ini sudah dimulai sejak peradaban dimulai. Perkembangan dimulai sejak manusia memilih tempat seperti gua sebagai tempat tinggalnya, kemudian berkembangan dengan membangun arsitektur vernakular hingga perkembangan arsitektur modern saat ini.

Rumah tinggal sebagai tempat beraktifitas dirancang aagar seuai dengan kegiatan dan aktivitas penghuni di dalamnya. Dalam perkembangannya, manusia selalu berusaha menciptakan rumah tinggal yang sesuai dengan lingkungannya. Di sinilah dibutuhkan keseimbangan antara rumah sebagai lingkungan binaan dengan alam dan lansekap tempat hasilkarya arsitektur tersebut didirikan.

Bagi masyarakat Bali, mendirikan rumah tinggal sangat mementingkan keseimbangan dan keselarasan dengan alam. Perkembangan arsitektur ini sudah dimulai dan berkembang pesat sejak zaman para Arya dari kerajaan Majapahit berkuasa di Bali. Hingga saat ini, tradisi dan nilai nilai budaya dari arsitektur vernakular Bali ini masih dipertahankan dan banyak diterapkan dalam perkembangan arsitektur di Bali.

Di Bali, bentuk permukiman sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya dan sistem kemasyarakatan. Hal ini tercermin dalam bentuk-bentuk permukiman yang disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan kasta dalam pola kemasyarakatan di Bali. Pengelompokan tersebut sangat jelas terlihat dari segi tingkatan kasta penghuninya, kegiatan di dalamnya, luas pekaranga, susuran ruang, tipe bangunan, fungsi, bentukm dan bahan penyelesaiannya. Ditinjau dari nama, rumah tempat tinggal juga dibedakan sesuai dengan kasta pemiliknya.

a. Geria
Rumah tempat tingal ini diperuntukkan untuk mereka yang bersal dari golongan Brahmana. Sesuai dengan kastanya giolongan Brahmana berperan sebagai pemimpin spiritual, maka bangaunan ini disesuakan dengan kegiatan yang mungkin dapat dilaksanakan golongan Brahmana sebagai pemimpin spiritual.
b. Puri
Tipe rumah untuk kesatria, yang dirancang agar dapat menunjang kewibawaan penggunanya sebagai pimpinan. Tipe bangunan ini memiliki beberapa bagaian dengan fungsi tertentu juga antara lain:
• Ancak saji, sebagia halam pertamana yang berfungsi untuk mempersiapan masuk ke dalam Puri
• Semanggem, bagian kelod yang berfungsi untuk upacara kematian
• Rangki, diperuntukkan untuk area tamu, pasebahan, persiapan sidang, pemeriksaan dan pengamanan
• Pawaregan, Area dapur dan perbekalan
• Lumbung, area penyimpanan dan pengolahan bahan perbekalan (padi dan prosesnya)
• Saren kaja, Area yng difungsikan sebagai tempat tinggal istri-istri raja
• Saren kangin, tempat ini disebut juga Saren angung sebgai tempat tinggal raja
• Paseban, bagian tengah sebgai daerah pretemuan / sidang kerajaan
• Pemerajaan Agung, Bagian kaja angin untuk area tempat suci perhyangan
c. Jero
Tempat tinggal untuk kasta kesatria yang tidak memegang jabatan pemerintahan secara langsung. Area dan Zoning lebih sederhana dari Puri. Zoning dirancang dengan prinsip Triangga. Pamerajaan sebagai parhyangan, jeroan sebagai area tempat tinggal, dan jambaan sebgai area pelayanan umum dan halaman depan.
d. Umah
Rumah tinggal untuk kasta wesia yaitu mereka yang bukan berasal dari kasta Brahmana dan Kesatria. Sebagian besar dareah di sekitar pantai dan pegunungan tidak terdapat kasta brahmana dan kesatri sehingga penduduk di daerah tersebut menghuni rumah dengan tipologi umah. Keadaan umah sangat bergantung dan disesuakan dengan kondisi penghuninya. Sebagaian besar mata pencahariannya adalah petani. Di daerah yang keadaaan pertaniannya kurang baik maka umah di daerah tersebut juga dirancang sederhana.
e. Kubu
Merupakan rumah tinggal di luar daerah permukiman, di ladang, di perkebunan,dan tempat-tempat lainnya. Biasanya rumah tinggal kubu sangat sulit untuk dijangkau, hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak dan jalan-jalan sementara.


Rumah bernuansa etnik Batak

Seberapa besar keinginan kita untuk memiliki rumah hunian yang bernuansa Batak? Atau justru sebaliknya, kadang kita malu ketika desain  rumah kita mirip desain rumah Batak dengan atap yang berbentuk perahu besar…

Bagi saya sah-sah saja, semua tergantung cara pandang kita dan  nilai yang kita pegang dalam norma d


Rumah bernuansa etnik Batak

Seberapa besar keinginan kita untuk memiliki rumah hunian yang bernuansa Batak? Atau justru sebaliknya, kadang kita malu ketika desain  rumah kita mirip desain rumah Batak dengan atap yang berbentuk perahu besar…

Bagi saya sah-sah saja, semua tergantung cara pandang kita dan  nilai yang kita pegang dalam norma d


wajah

30Nov99

Horas

ketika